Komplikasi Diabetes Melitus

Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibatnya aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf. Dan, kadar gula darah yang tidak terkontrol cenderung menyebabkan kadar zat lemak dalam darah meningkat sehingga mempercepat terjadinya penimbunan lemak di dalam pembuluh darah.

Sirkulasi darah yang buruk bisa melukai otak, jantung, dan pembuluh darah kecil (mikro) bisa melukai mata, ginjal, saraf dan kulit, serta memperlambat penyembuhan luka.

Diabetes mellitus juga dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang, seperti serangan jantung. Serangan-serangan penyakit lain masih dianggap jarang terjadi. Berikut ini merupakan komplikasi jangka panjang yang terjadi akibat buruknya penanganan atau pengelolaan terhadap kolesterol :

1. Pembuluh Darah

Ketika organ atau jaringan ini terkena, plak aterosklerotik terbentuk dan menyumbat arteri berukuran besar atau sedang di jantung, otak, tungkai, dan penis. Dinding pembuluh darah kecil mengalami kerusakan sehingga pembuluh tidak dapat mentransfer oksigen secara normal dan mengalami kebocoran. Untuk itu, komplikasi yang kemudian terjadi adalah sirkulasi yang jelek menyebabkan penyembuhan luka yang jjelek dan bisa menyebabkan penyakit jantung, stroke, impoten, dan infeksi.

2. Mata

Terjadi kerusakan pada pembuluh darah kecil retina. Sebagai akibatnya, akan terjadi gangguan penglihatan dan pada akhirnya bisa terjadi kebutaan

3. Ginjal

Hal yang terjadi ketika komplikasi mengenai ginjal adalah terjadi penebalan pembuluh darah ginjal, protein bocor ke dalam urin dan darah tidak disaring secara normal. Sebagai akibatnya adalah terjadinya gagal ginjal.

4. Saraf

Terjadi kerusakan saraf karena glukosa tidak di metabolisir secara normal dan karena aliran darah berkurang. Komplikasi yang kemudian terjadi adalah kelemahan pada tungkai yang terjadi secara tiba-tiba atau perlahan, berkurangnya rasa, kesemutan dan nyeri di tangan dan kaki, dan kerusakan saraf menahun.

5. Sistem Saraf Otonom

Terjadi kerusakan pada saraf yang mengendalikan tekanan darah dan saluran pencernaan. Komplikasi yang kemudian timbul adalah terjadi tekanan darah yang naik-turun. Di samping itu, terjadi kesulitan menelan dan perubahan fungsi pencernaan yang kemudian disertai serangan diare.

6. Kulit

Terjadi kekurangan aliran darah ke kulit dan hilangnya rasa yang menyebabkan cedera berulang. Setelah itu, akan timbul luka, infeksi dalam, dan penyembuhan luka yang tidak sempurna.

7. Darah

Terjadi gangguan fungsi sel darah putih dan komplikasinya adalah mudah terkena infeksi, terutama infeksi saluran kemih dan kulit.

8. Jaringan Ikat

Glukosa yang tidak di metabolisir secara normal membuat jaringan menebal atau berkontraksi. Komplikasinya adalah sindroma terowongan karpal.


=====================================

>>> Obat Kencing Manis Untuk Membantu Mengurangi Gejala Kencing Manis, Membantu Mengobati Penyakit Kencing Manis, Membantu Menurunkan Kencing Manis Tinggi, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Kencing Manis and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *