Cara Mengatasi Penyakit Kencing Manis

Pengobatan harus dilakukan ketika kita sudah terkena serangan diabetes melitus. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal sehingga resiko komplikasi akan berkurang.

Beberapa penderita usia lanjut memerlukan sejumlah insulin yang sama setiap harinya dan penderita lainnya perlu menyesuaikan dosis insulin tergantung kepada makanan, olahraga, dan kadar gula darahnya. Kebutuhan akan insulin bervariasi sesuai dengan perubahan dalam makanan dan olah raga.

Insulin yang paling mudah digunakan adalah dengan suntikan sehari sekali dari insulin yang bekerja selama 18-26 jam. Tetapi, ini memberikan kontrol gula darah yang paling minimal. Kontrol yang lebih ketat bisa diperoleh dengan menggabungkan 2 jenis insulin, yakni insulin kerja cepat yaitu bekerja selama 6-8 jam dan insulin kerja sedang yaitu bekerja selama 18-26 jam. Suntikan kedua diberikan pada saat makan malam atau ketika hendak tidur malam. Kontrol yang paling tepat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai tambahan suntikan insulin kerja cepat pada siang hari.

Beberapa penderita mengalami resistensi terhadap insulin. Insulin tidak sepenuhnya sama dengan insulin yang dihasilkan oleh tubuh karena itu tubuh bisa membentuk antibodi terhadap insulin pengganti. Antibodi ini mempengaruhi aktivitas insulin sehingga penderita dengan resistensi terhadap insulin harus meningkatkan dosisnya.

Penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan di bawahnya pada tempat suntikan. Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti kemerahan, gatal dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam.

Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk).

Komplikasi tersebut bisa dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. Pada pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.

Pengobatan penyakit kencing manis juga bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan hipoglikemik. Obat-obatan tersebut dapat menurunkan kadar gula darah secara tepat pada penderita diabetes tipe II, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe I. Contohnya adalah glipizid, gliburid, tolbutamid, dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitas. Obat lainnya, yaitu metformin, tidak mempengaruhi pelepasan insulin, tetapi meningkatkan respon tubuh terhadap insulin. Akarbos bekerja dengan cara menunda penyerapan glukosa di dalam usus.


=====================================

>>> Obat Kencing Manis Untuk Membantu Mengurangi Gejala Kencing Manis, Membantu Mengobati Penyakit Kencing Manis, Membantu Menurunkan Kencing Manis Tinggi, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gejala Kencing Manis and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *