Gejala Kencing Manis

Diabetes bukan penyakit baru, tetapi sudah ada sejak tahun 1552 SM. Bahkan, tahun 400 SM, seorang penulis India, Sushratha menamai penyakit ini sebagai “penyakit kencing madu. ” Nama ” Diabetese mellitus” diberikan oleh Arretaeu sekitar 200 tahun SM yang artinya diabetes = mengalir terus dan mellitus = manis.

Diabetes mellitus terjadi ketika kadar gula di dalam darah lebih tinggi daripada keadaan normal (normal 60 mg/dl hingga 145 mg/dl). Menurut survei WHO (Badan Kesehatan Dunia), Indonesia menempati urutan keempat terbesar dalam jumlah penderita diabetes mellitus dengan prevalensi 8,6% dari total penduduk. Urutan di atas adalah India, Cina dan Amerika Serikat.

Diabetes mellitus sering juga disebut penyakit kencing manis. Penyakit ini menyebabkan tubuh penderitanya tidak bisa mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Penderita mengalami gangguan metabolisme distribusi gula dari dalam tubuh sehingga pankreas tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif.

Akibatnya, terjadi kelebihan gula di dalam darah sehingga menjadi racun bagi tubuh. Sebagian glukosa yang tertahan dalam darah tersebut melimpah ke sistem urine sehingga air kencing penderita diabetes mellitus sering dikerubuti semut karena berasa manis.

Gejala yang terlihat dari penyakit diabetes atau kencing manis ini adalah rasa haus yang meyulitkan mungkin merupakan tanda diabetes, sering buang air kecil terutama di malam hari dan tanda demikian ini merupakan gejala, ciri dan tanda yang sangat dominan dari penyakti kencing manis.

Posted in Gejala Kencing Manis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Bahagia dengan Diabetes

Bahagia dengan Diabetes menderita diabetes bukan berarti akhir hidup sehat,bahkan anda harus lebih memperhatinkan kesehatan dengan gaya hidup sehat dan memantau kesehatan dengan lebih cermai.Gaya hidup sehat bagi penderita diabetes adalah dengan pola makan yang baik,cukup berolahraga dan aktif secara fisik, mengola berat badan,tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol,serta mengelola stres.

Memantau kesehatan anda bila memiliki diabetes sangat penting untuk mencegah beberapa komplikasi yang terkait dengan diabetes.Hal ini dilakukan dengan mengetahui Kadar Gula Darah anda,tekanan darah dan kadar lemak darah serta kondisi kaki anda dan memeriksakan mata anda untuk retinopati.Dengan disiplin menerapkan gaya hidup sehat dan memantau kesehatan dengan baik,anda bisa hidup bahagia walau dengan diabetes

Posted in Gejala Kencing Manis | Tagged , , , | Leave a comment

Hiperglikemia

Hiperglikemia pada diabetes dapat disebabkan oleh infeksi,melewatkan atau melupakan insulin atau oral obat penurun Gula Darah ,makan terlalu banyak karbohidrat dibandingkan dengan jumlah insulin atau obat diabetes yang diberikan atau makan terlalu banyak karbohidrat pada umumnya,makan terlalu banyak makanan dan memilik terlalu banyak kalori,karena penyakit,peningkatkan stres,penurunan aktivitas atau berolahraga kurang dari biasanya,atau melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat .

Tanda-tanda awal hiperglikemia pada diabetes antara lain peningkatan rasa haus,sakit kepala,kesulitan berkosentrasi,penghlihatan kabur,lebih sering buang air kecil,kelelahan (lemah,perasaan lelah) gula darah lebih dari 180 mg/dL .

Hiperglikemia pada diabetes yang berkepanjangan itu berbahaya karena dapat menyebabkan infeksi kulit dan vagina,penyembuhan luka lambat,penurunan kemampuan penghlihatan,kerusakan saraf yang membuat kaki dingin tau tidak sensitif terhadap rasa sakit,disfungsi ereksi dan masalah perut dan usus kronis seperti sembelit atau diare.

Penderita diabetes dapat mengalami hipoglikemia karena mengambil pengobatan insulin atau obat diabetes,namun kemudian melewatkan waktu makan,terlambat makan,tau makan sangat sedikit.Bisa juga karena efek samping dari pengobatan diabetes,olahraga terlalu keras tanpa asupan makanan yang cukup,atau minum terlalu banyak alkohol.

Gejala hipoglikemia yang mungkin muncul antara lain kegugupan, berkeringat, kelaparan, gemetar, lemah, palpitasi, atau mengalami kesulitan bicara,Pada kebanyakan pasien,gejala-gejala ini mudah dikenali.Sebagian besar pasien dengan Diabetes hanya mengalami hipoglikemia jika mereka menggunakan obat atau insulin.Gejala memberikan seorang kesempatan untuk meningkatkan kadar Gula Darah sebelum otak terpengaruh.

Hiperglikemia pasien dengan diabetes atau yang memiliki resistensi insulin dengan tingkat sirkulasi yang tinggi juga harus waspada terhadap hipoglikemia dan harus mendapat asupan karbohidrat yang cukup.

Posted in Gejala Kencing Manis | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Kencing Manis atau Diabetes

Setiap orang mempunyai kepekaan yang berbeda dan kadang tidak merasakan adanya perubahan pada dirinya. Keluhan seperti rasa capek atau lemah tidak jarang ditemukan dan kerap kali dianggap sebagai akibat dari kurang tidur, depresi atau usia yang bertambah tua.

Banyak orang menjadi kaget dan cemas ketika mengetahui bahwa ternyata diriya adalah pengidap penyakit diabetes. Ini disebabkan karena selain keluhan dan gejala berjalan perlahan dan tidak terasakan, juga karena gejalanya bervariasi, tergantung organ mana yang terkena. Maka wajar bahwa tidak sedikit orang mengetahui dirinya terkena diabetes setelah beberapa tahun dan datang ke dokter setleah mengalami komplikasi.

1. Banyak kencing

Ginjal tidak dapat menyerap kembali glukosa yang berlebihan di dalam darah. Glukosa ini akan menarik air ke luar dari jaringan. Akibatnya, selain kencing menjadi sering dan banyak, Anda juga akan merasa dehidrasi atau kekurangan cairan.

2. Rasa haus

Untuk mengatasi dehidrasi dan rasa haus yang ditimbulkannya, Anda akan banyak minum dan terus minum. Kesalahan yang sering dijumpai adalah bahwa untuk mengatasi rasa haus, Anda mencari softdrink yang manis dan segar. Akibatnya glukosa darah makin naik dan hal ini dapat menimbulkan komplikasi akut yang membahayakan.

3. Berat badan turun

Sebagai kompensasi dari dehidrasi dan banyak minum, Anda mungkin mulai banyak makan. Memang pada mulanya berat badan makin meningkat, tetapi lama kelamaan otot tidak mendapat cukup glukosa untuk tumbuh dan mendapatkan energi. Maka jaringan otot dan lemak harus dipecah untuk memenuhi kebutuhan energi. Berat badan menjadi turun, meskipun Anda banyak makan. Keadaan ii makin diperburuk oleh adanya komplikasi yang timbul kemudian hari.

Badan kurus banyak dijumpai pada penderita diabetes tipe 1. Pada diabetes tipe 2, kebanyakan penderitanya pada awalnya masih berbadan gemuk, tetapi di kemudian hari berat badannya turun.

4. Rasa seperti flu dan lemah

Keluhan diabetes dapat menyerupai sakit flu, rasa capek, lemah dan nafsu makan menurun. Pada diabetes, gula bukan lagi sumber energi karena gliukosa tidak dapat diangkut ke dalam sel untuk menjadi energi.

5. Mata Kabur

Glukosa darah yang tinggi akan menarik pula cairan dari dalam lensa sehingga lensa menjadi tipis. Mata Anda pun mengalami kesulitan untuk fokus dan penglihatan jadi kabur. Apabila Anda bisa mengontrol glukosa darah dengan baik, penglihatan bisa membaik karena lensa kembali normal. Inilah sebabnya orang yang menderita diabetes sering berganti-ganti ukuran kacamata karena glukosa naik-turun dan tidak terkontrol dengan baik.

Posted in Gejala Kencing Manis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Tanda-Tanda Penyakit Kencing Manis

A. Gejala Awal Diabetes Melitus

Gejala awal pada penyakit Diabetes Mellitus disebut dengan 3 P, yaitu :

1. Poliuria (banyak kencing)

Ketika kadar gula sudah melebihi batas pada ginjal yang dapat mengakibatkan glukosa dalam urin menarik air sehingga urin menjadi banyak. Maka seringkali para penderita diabetes mengalami buang air kecil dengan intensitas yang melebihi volume normal (poliuria).

2. Polidipsi (banyak minum)

Karena seringnya buang air kecil, maka para pasien penderita diabetes akan sering haus dan banyak minum (polidipsi). Dengan demikian, sering didapati pada penderita diabetes yang mengalami keluhan lemas, dan menjadi banyak makan (polifagi).

3. Polifagi (banyak makan)

Seorang penderita penyakit diabetes akan selalu merasa kelaparan, hal ini disebabkan oleh ketidakcukupan hormon insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam sel sehingga tubuh sering merasa lemah. Akibatnya seseorang yang menderita diabetes akan makan dengan porsi yang lebih banyak lagi.

B. Gejala Lanjutan Diabetes Melitus

1. Berat badan berkurang.

Tubuh akan menggunakan simpanan lemak dan protein untuk diubah menjadi tenaga jika proses sekresi pankreas kurang mencukupi jumlah insulin untuk mengubah gula menjadi tenaga. ‘Pengurasan’ simpanan lemak dan protein di tubuh ini menyebabkan berkurangnya berat badan.

2. Penglihatan Menjadi Kabur.

Karena kadar gula darah yang tinggi, maka akan menyebabkan perubahan pada lensa mata sehingga penglihatan menjadi kabur walaupun penderita diabetes tersebut baru saja mengganti kaca mata.

3. Cepat Lelah.

Tubuh cepat merasa lelah, kurang bertenaga dan bahkan seringkali mengantuk, hal ini disebabkan oleh gula di dalam darah yang tidak dapat diubah menjadi tenaga sel-sel tubuh.

4. Gatal Di Daerah Kemaluan.

Infeksi jamur disekitar kemaluan menyebabkan rasa gatal terutama pada wanita.

5. Luka Sulit Sembuh

Pada penderita diabetes, terjadi penurunan daya tahan tubuh terhadap infeksi sehingga jika timbul luka maka luka tersebut akan sulit sembuh. Tidak menutup kemungkinan, jika terjadi infeksi berat di daerah kaki, kemudian akan berpotensi untuk diamputasi hingga kecacatan permanen.

C. Gejala Kronis Diabetes Melitus

1. Impoten / Disfungsi Ereksi & Kesemutan di Kaki. Penyakit Diabetes mampu merusak jaringan saraf dan pembuluh darah baik pada kemaluan maupun pada kaki, sehingga dapat menyebabkan impoten dan kesemutan di kaki.
2. Kerusakan ginjal
3. Gangren (infeksi berat pada kaki hingga membusuk)
4. Kebutaan
5. Serangan Stroke
6. Serangan Jantung Koroner
7. Kematian Mendadak

Jika disadari sejak awal, penyakit diabetes melitus tidak akan menakutkan. Gejala-gejala tersebut jika dibiarkan saja, maka akan menyebabkan komplikasi yang lebih fatal.

Lakukan pemeriksaan dini pada tubuh, tidak perlu menunggu hingga timbul gejala. Karena dengan dilakukan diagnosis dini, dokter dan pasien dapat menanggulangi diabetes melitus dengan baik agar kita mampu mencegah tersebut sebaik-baiknya.

Posted in Gejala Kencing Manis | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Penyakit Kencing Manis

Pengobatan harus dilakukan ketika kita sudah terkena serangan diabetes melitus. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal sehingga resiko komplikasi akan berkurang.

Beberapa penderita usia lanjut memerlukan sejumlah insulin yang sama setiap harinya dan penderita lainnya perlu menyesuaikan dosis insulin tergantung kepada makanan, olahraga, dan kadar gula darahnya. Kebutuhan akan insulin bervariasi sesuai dengan perubahan dalam makanan dan olah raga.

Insulin yang paling mudah digunakan adalah dengan suntikan sehari sekali dari insulin yang bekerja selama 18-26 jam. Tetapi, ini memberikan kontrol gula darah yang paling minimal. Kontrol yang lebih ketat bisa diperoleh dengan menggabungkan 2 jenis insulin, yakni insulin kerja cepat yaitu bekerja selama 6-8 jam dan insulin kerja sedang yaitu bekerja selama 18-26 jam. Suntikan kedua diberikan pada saat makan malam atau ketika hendak tidur malam. Kontrol yang paling tepat diperoleh dengan menyuntikkan insulin kerja cepat dan insulin kerja sedang pada pagi dan malam hari disertai tambahan suntikan insulin kerja cepat pada siang hari.

Beberapa penderita mengalami resistensi terhadap insulin. Insulin tidak sepenuhnya sama dengan insulin yang dihasilkan oleh tubuh karena itu tubuh bisa membentuk antibodi terhadap insulin pengganti. Antibodi ini mempengaruhi aktivitas insulin sehingga penderita dengan resistensi terhadap insulin harus meningkatkan dosisnya.

Penyuntikan insulin dapat mempengaruhi kulit dan jaringan di bawahnya pada tempat suntikan. Kadang terjadi reaksi alergi yang menyebabkan nyeri dan rasa terbakar, diikuti kemerahan, gatal dan pembengkakan di sekitar tempat penyuntikan selama beberapa jam.

Suntikan sering menyebabkan terbentuknya endapan lemak (sehingga kulit tampak berbenjol-benjol) atau merusak lemak (sehingga kulit berlekuk-lekuk).

Komplikasi tersebut bisa dicegah dengan cara mengganti tempat penyuntikan dan mengganti jenis insulin. Pada pemakaian insulin manusia sintetis jarang terjadi resistensi dan alergi.

Pengobatan penyakit kencing manis juga bisa dilakukan dengan menggunakan obat-obatan hipoglikemik. Obat-obatan tersebut dapat menurunkan kadar gula darah secara tepat pada penderita diabetes tipe II, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe I. Contohnya adalah glipizid, gliburid, tolbutamid, dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitas. Obat lainnya, yaitu metformin, tidak mempengaruhi pelepasan insulin, tetapi meningkatkan respon tubuh terhadap insulin. Akarbos bekerja dengan cara menunda penyerapan glukosa di dalam usus.

Posted in Gejala Kencing Manis | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Diabetes Melitus

Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah menyebabkan pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibatnya aliran darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf. Dan, kadar gula darah yang tidak terkontrol cenderung menyebabkan kadar zat lemak dalam darah meningkat sehingga mempercepat terjadinya penimbunan lemak di dalam pembuluh darah.

Sirkulasi darah yang buruk bisa melukai otak, jantung, dan pembuluh darah kecil (mikro) bisa melukai mata, ginjal, saraf dan kulit, serta memperlambat penyembuhan luka.

Diabetes mellitus juga dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang, seperti serangan jantung. Serangan-serangan penyakit lain masih dianggap jarang terjadi. Berikut ini merupakan komplikasi jangka panjang yang terjadi akibat buruknya penanganan atau pengelolaan terhadap kolesterol :

1. Pembuluh Darah

Ketika organ atau jaringan ini terkena, plak aterosklerotik terbentuk dan menyumbat arteri berukuran besar atau sedang di jantung, otak, tungkai, dan penis. Dinding pembuluh darah kecil mengalami kerusakan sehingga pembuluh tidak dapat mentransfer oksigen secara normal dan mengalami kebocoran. Untuk itu, komplikasi yang kemudian terjadi adalah sirkulasi yang jelek menyebabkan penyembuhan luka yang jjelek dan bisa menyebabkan penyakit jantung, stroke, impoten, dan infeksi.

2. Mata

Terjadi kerusakan pada pembuluh darah kecil retina. Sebagai akibatnya, akan terjadi gangguan penglihatan dan pada akhirnya bisa terjadi kebutaan

3. Ginjal

Hal yang terjadi ketika komplikasi mengenai ginjal adalah terjadi penebalan pembuluh darah ginjal, protein bocor ke dalam urin dan darah tidak disaring secara normal. Sebagai akibatnya adalah terjadinya gagal ginjal.

4. Saraf

Terjadi kerusakan saraf karena glukosa tidak di metabolisir secara normal dan karena aliran darah berkurang. Komplikasi yang kemudian terjadi adalah kelemahan pada tungkai yang terjadi secara tiba-tiba atau perlahan, berkurangnya rasa, kesemutan dan nyeri di tangan dan kaki, dan kerusakan saraf menahun.

5. Sistem Saraf Otonom

Terjadi kerusakan pada saraf yang mengendalikan tekanan darah dan saluran pencernaan. Komplikasi yang kemudian timbul adalah terjadi tekanan darah yang naik-turun. Di samping itu, terjadi kesulitan menelan dan perubahan fungsi pencernaan yang kemudian disertai serangan diare.

6. Kulit

Terjadi kekurangan aliran darah ke kulit dan hilangnya rasa yang menyebabkan cedera berulang. Setelah itu, akan timbul luka, infeksi dalam, dan penyembuhan luka yang tidak sempurna.

7. Darah

Terjadi gangguan fungsi sel darah putih dan komplikasinya adalah mudah terkena infeksi, terutama infeksi saluran kemih dan kulit.

8. Jaringan Ikat

Glukosa yang tidak di metabolisir secara normal membuat jaringan menebal atau berkontraksi. Komplikasinya adalah sindroma terowongan karpal.

Posted in Gejala Kencing Manis | Tagged , | Leave a comment